+Biaya energi per km jauh lebih rendah — listrik rumah biasanya sepersepuluh biaya bensin per km.
+Servis lebih sederhana: tanpa ganti oli mesin, kopling, atau filter bahan bakar.
+Sering dapat insentif pemerintah — PPnBM DTP dan keringanan pajak kendaraan di sejumlah daerah (cek aturan terbaru di wilayahmu).
+Berkendara halus dan senyap, cocok untuk commuting harian jarak menengah.
−Harga beli awal umumnya masih lebih tinggi untuk kelas mobil yang setara.
−SPKLU (stasiun pengisian umum) masih terkonsentrasi di kota besar dan jalur tol utama.
−Isi daya penuh perlu waktu jauh lebih lama dibanding isi bensin, kecuali fast charging.
−Nilai jual kembali belum sestabil mobil bensin karena teknologi baterai masih cepat berubah.
−Ganti baterai di luar garansi bisa jadi pengeluaran besar sekaligus.
+SPBU tersedia merata sampai ke luar kota — tidak ada kekhawatiran jarak tempuh.
+Isi bahan bakar penuh hanya butuh beberapa menit.
+Pasar mobil bekas dan jaringan servis/spare part sudah sangat matang di semua kota.
+Lebih fleksibel untuk perjalanan jarak jauh antar kota tanpa perencanaan rute pengisian.
−Biaya bahan bakar per km lebih tinggi dan mengikuti naik-turun harga BBM nonsubsidi.
−Servis rutin lebih banyak komponen — oli, filter, busi, sistem pembuangan.
−Emisi gas buang, relevan bila kena aturan lingkungan atau uji emisi ke depan.