KALKULATOR BIAYA KENDARAAN — INDONESIA

Dua meteran.
Listrik vs bensin.
Satu keputusan.

Masukkan angka mobil kamu sendiri — harga beli, jarak harian, konsumsi — dan lihat langsung mana yang lebih hemat dalam Rupiah, bukan asumsi umum.

LIVE — hitung otomatis saat kamu mengetik
MODE: KREDIT
km/hari
Dipakai untuk hitung biaya energi kedua mobil
Selisih uang muka + cicilan & operasional bulanan
Skenario
Mobil Listrik
Biaya energi dari tarif PLN
Rp
%
bulan
%
Uang muka dibayarRp 0
Cicilan / bulanRp 0
km/kWh
% rumah
Rp /kWh
Rp /kWh
Rp
Rp
Rp
Rp
tahun
%/th
Biaya energi per hari (tarif efektif 0/kWh)
0
Estimasi nilai jual kembali (5 th)
0
VS
Mobil Bensin
Biaya energi dari harga SPBU
Rp
%
bulan
%
Uang muka dibayarRp 0
Cicilan / bulanRp 0
km/liter
Rp /liter
Rp
Rp
Rp
%/th
Biaya energi per hari
0
Estimasi nilai jual kembali (5 th)
0
Pengeluaran bulan ini (cicilan + operasional)
Rp 0
dibanding biaya bensin bulanan
Selisih pengeluaran awal (DP/harga)
Rp 0
mobil listrik vs bensin
Balik modal (breakeven)
waktu selisih harga beli tertutup
Proyeksi biaya kepemilikan

Kapan mobil listrik mulai untung?

Garis tebal = total biaya kumulatif (harga beli + energi + servis) kalau mobil dipakai terus. Garis putus-putus = biaya bersih kalau mobil dijual di bulan itu, setelah dikurangi estimasi nilai jual kembali — di sinilah penyusutan mobil listrik biasanya terlihat jelas.

Total biaya — Listrik
Total biaya — Bensin
Biaya bersih jika dijual — Listrik
Biaya bersih jika dijual — Bensin
Horizon: 5 tahun
Rincian

Rincian biaya, hitam di atas putih

PeriodeListrikBensinSelisih
← geser tabel untuk lihat semua kolom →
⚡ LISTRIK LEBIH UNTUNG

Menghitung…

    Di luar angka

    Plus-minus di kondisi Indonesia

    Kalkulator ini menghitung biaya jalan. Keputusan beli mobil juga soal hal yang tidak selalu masuk rupiah — ini yang perlu dipertimbangkan juga.

    Mobil Listrik
    +Biaya energi per km jauh lebih rendah — listrik rumah biasanya sepersepuluh biaya bensin per km.
    +Servis lebih sederhana: tanpa ganti oli mesin, kopling, atau filter bahan bakar.
    +Sering dapat insentif pemerintah — PPnBM DTP dan keringanan pajak kendaraan di sejumlah daerah (cek aturan terbaru di wilayahmu).
    +Berkendara halus dan senyap, cocok untuk commuting harian jarak menengah.
    Harga beli awal umumnya masih lebih tinggi untuk kelas mobil yang setara.
    SPKLU (stasiun pengisian umum) masih terkonsentrasi di kota besar dan jalur tol utama.
    Isi daya penuh perlu waktu jauh lebih lama dibanding isi bensin, kecuali fast charging.
    Nilai jual kembali belum sestabil mobil bensin karena teknologi baterai masih cepat berubah.
    Ganti baterai di luar garansi bisa jadi pengeluaran besar sekaligus.
    Mobil Bensin
    +SPBU tersedia merata sampai ke luar kota — tidak ada kekhawatiran jarak tempuh.
    +Isi bahan bakar penuh hanya butuh beberapa menit.
    +Pasar mobil bekas dan jaringan servis/spare part sudah sangat matang di semua kota.
    +Lebih fleksibel untuk perjalanan jarak jauh antar kota tanpa perencanaan rute pengisian.
    Biaya bahan bakar per km lebih tinggi dan mengikuti naik-turun harga BBM nonsubsidi.
    Servis rutin lebih banyak komponen — oli, filter, busi, sistem pembuangan.
    Emisi gas buang, relevan bila kena aturan lingkungan atau uji emisi ke depan.
    Asumsi Perhitungan
    • Tarif listrik memakai PLN rumah non-subsidi (2.200 VA ke atas) sebagai basis, dicampur dengan tarif charging publik sesuai porsi yang kamu atur — tarif efektif saat ini akan tampil di sini.
    • Charging publik diasumsikan mengisi sisa dari porsi charging rumah (default 15%), dengan tarif per kWh yang biasanya lebih mahal dari tarif rumah.
    • Penyusutan harga jual memakai model persentase tetap per tahun (declining balance), bukan garis lurus — nilai turun lebih cepat di tahun-tahun awal.
    • Biaya home charger diamortisasi merata selama usia pakainya (default 8 tahun) dan dimasukkan sebagai biaya bulanan mobil listrik, hanya jika opsi ini diaktifkan.
    • Pajak kendaraan tahunan dan reservasi ganti ban tahunan dimasukkan sebagai biaya operasional bulanan untuk kedua mobil, bukan hanya biaya energi dan servis.
    • Balik modal arus kas dihitung dari total uang yang benar-benar keluar dari kantong (DP/harga + cicilan berjalan + operasional). Balik modal bersih memperhitungkan juga estimasi nilai jual kembali — biasanya baru tercapai lebih lambat karena penyusutan EV yang lebih tajam.
    • Cicilan kredit dihitung dengan skema bunga flat tahunan, model yang umum dipakai leasing mobil di Indonesia.
    • Semua angka adalah estimasi untuk bahan pertimbangan — harga BBM, tarif listrik, dan kondisi pasar mobil bekas berubah dari waktu ke waktu dan berbeda per wilayah.